Kamis, 19 Januari 2017

Ibuku Ibu Pertiwi

Tinta masa kelam selalu terbenak,
Yang kini Tinggal mitos pahitnya anarkis,
Ibu pertiwi berlinang dalam kesenduan perih
membayang cinta tertelan waktu,
Angin barat menghembus kalem
Perlahan mlayangkan nusantara bagai kerbau bercocok hidungnya.
sedang hatimu bersedih berangan hanya bayangan
Seperti menarbur benih di pdang gersang
tinggalkan senja itu dalam kenanganmu,
Kemudian fajar baru esok pun datang,
Dewi malam bukannya berlalu,
Hanya bertepi nyalakan api, cahaya nan suci lentera masa depan
Munuju esok berkisah ceria
Akan indah hidup tenteram..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar